Berbahaya, 30 Kosmetik Impor Ilegal Ini Rajai Tanah Air

Sejak tahun lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Republik Indonesia menemukan setidaknya 30 jenis kosmetika yang mengandung materi berbahaya. Namun, seluruh produk kecantikan tersebut tak hanya berasal dari dalam negeri.

 Republik Indonesia menemukan setidaknya  Berbahaya, 30 Kosmetik Impor Ilegal Ini Rajai Tanah Air

17 jenis kosmetika produksi dalam negeri berhasil ditemukan BPOM. Umumnya, materi berbahaya yang teridentifikasi dari 30 item ialah materi pewarna Merah K3 dan Merah K10 (Rhodamin B), Asam Retinoat, Merkuri dan Hidrokinon. Penggunaan Pewarna Merah K3, Merah K10, Asam Retinoat, Merkuri dan Hidrokinon dalam kosmetika sanggup menjadikan banyak sekali risiko kesehatan.

Terhadap seluruh temuan kosmetika mengandung materi berbahaya ini telah dilakukan abolisi izin edar, perintah penarikan dan pengamanan produk dari peredaran dengan nilai 8,8 milyar rupiah. Jika dilihat dari jumlah produk yang disampling selama 5 tahun terakhir, jumlah temuan kosmetika yang mengandung materi berbahaya/dilarang cenderung naik dari 0,65% menjadi 0,74%.

Daftar Kosmetik Impor Ilegal Berbahaya

 Republik Indonesia menemukan setidaknya  Berbahaya, 30 Kosmetik Impor Ilegal Ini Rajai Tanah Air

 Republik Indonesia menemukan setidaknya  Berbahaya, 30 Kosmetik Impor Ilegal Ini Rajai Tanah Air

 Republik Indonesia menemukan setidaknya  Berbahaya, 30 Kosmetik Impor Ilegal Ini Rajai Tanah Air

 Republik Indonesia menemukan setidaknya  Berbahaya, 30 Kosmetik Impor Ilegal Ini Rajai Tanah Air

 Republik Indonesia menemukan setidaknya  Berbahaya, 30 Kosmetik Impor Ilegal Ini Rajai Tanah Air

 Republik Indonesia menemukan setidaknya  Berbahaya, 30 Kosmetik Impor Ilegal Ini Rajai Tanah Air

Selama tahun 2015 ini, Badan POM telah menindaklanjuti 36 kasus pelanggaran di bidang kosmetika secara pro-justitia (hukum). Sedangkan untuk kurun waktu lima tahun terakhir terdapat sebanyak 326 kasus dengan hukuman putusan pengadilan paling tinggi penjara 2 tahun 7 bulan dan denda sebesar 50 juta rupiah.