Heboh Puncak Gereja Ayam, Magelang Jadi Sorotan Dunia

Umat Kristen sedunia sekarang sedang membicarakan bangunan gereja berbentuk ayam yang ada di Magelang, Jawa Tengah. Gereja Ayam yang terletak di salah satu Puncak Bukit Kota Magelang tiba-tiba menghebohkan netizen.�Tersembunyi jauh di dalam hutan di Magelang sebuah gereja yang bangunannya terlihat mirip ayam raksasa ini baru-baru ini menjadi perbincangan hangat umat kristen seluruh dunia. Surat kabar Inggris, the Daily Mail, turut melaporkan keberadaan daerah ibadah berbentuk unik tersebut.

Bangunan ini terletak di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kec. Borobudur, Magelang. Terletak di 2,5 km dari Candi Borobudur. Wisatawan yang berkunjung ke sana banyak yang menyebut bangunan itu dengan Gereja Ayam atau Chicken Church. Tapi warga sekitar menyebut bangunan itu Banyak Angkrem. Ya, sesuai dengan yang orang bilang, Gereja Ayam, bangunan ini mirip bentuk Ayam (atau bahkan burung).

Umat Kristen sedunia sekarang sedang membicarakan bangunan gereja berbentuk ayam yang ada di M Heboh Puncak Gereja Ayam, Magelang Kaprikornus Sorotan Dunia

Pesona Gereja Ayam di Puncak Bukit Kota Magelang

Struktur usang yang dibiarkan terlantar ini dikenal secara lokal sebagai Gereja Ayam dan telah menarik ratusan wisatawan dan fotografer yang ingin tau mengunjungi perbukitan di Magelang, Jawa Tengah, setiap tahunnya.

Namun berdasarkan pembuatnya yang eksentrik, bangunan megah ini bukanlah ayam atau gereja. Daniel Alamsjah yang sekarang bekerja di Jakarta, membangun struktur ini ketika ia tiba-tiba menerima pesan dari Tuhan untuk membangun �rumah ibadah� dalam bentuk burung merpati.

Umat Kristen sedunia sekarang sedang membicarakan bangunan gereja berbentuk ayam yang ada di M Heboh Puncak Gereja Ayam, Magelang Kaprikornus Sorotan Dunia

Sejarah Gereja Ayam Di Magelang

Pada tahun 1989, dikala ia berjalan-jalan di Magelang, di mana keluarga istrinya tinggal, ia melihat pemandangan yang sama yang ia lihat dalam mimpinya. Dia berdoa sepanjang malam di sana dan beliau menerima wahyu bahwa beliau harus membangun rumah doa di daerah itu.

Namun rumah ibadah ini ditutup pada tahun 2000 alasannya biaya konstruksi yang terlalu tinggi dan ada juga penolakan dari warga sekitar. Awalnya sang pendiri gereja berdalih�ingin menciptakan gedung konferensi atau pertemuan. Tetapi setiap hari minggu, banyak orang yang mengunjungi gedung itu. Warga pun curiga, ternyata gedung itu yaitu Gereja Kristen Katolik.

Warga tidak oke atas pembangunan gedung ini alasannya tidak ada satupun warga yang beragama Katolik. Akhirnya bangunan yang belum jadi itu ditinggalkan pemiliknya. Namun ternyata sekarang banyak wisatawan terus mengunjungi situs yang indah ini.