Iuran Naik, Registrasi Calon Direksi Bpjs Kesehatan Membludak

BPJS Kesehatan diperkirakan masih akan mengalami ketidakseimbangan antara jumlah iuran dan jumlah klaim pada tahun depan. Pada tahun ini, jumlah klaim yang masuk lebih besar jikalau dibandingkan dengan jumlah iuran yang masuk.

BPJS Kesehatan diperkirakan masih akan mengalami ketidakseimbangan antara jumlah iuran dan Iuran Naik, Pendaftaran Calon Direksi BPJS Kesehatan Membludak

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris menjelaskan, untuk memecahkan persoalan ketidakseimbangan antara iuran dan klaim tersebut, perusahaan mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) menciptakan hukum untuk menaikkan jumlah iuran pada 2016 nanti.

Dalam pembicaraan dengan presiden, Fahmi mengusulkan dari hasil hitungan awalnya ada kenaikan iuran untuk kelas I menjadi Rp 80 ribu dari ketika ini sebesar Rp 59 ribu. Sementara untuk kelas II, dari ketika ini Rp 42 ribu menjadi Rp 50 ribu. Angka-angka kenaikan iuran itu dijeaskan Fahmi menurut hitungan dari aktuaria, pertimbangan teknis mengenai jaminan sosial yang efisien serta perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat itu sendiri.

Dikatakan Fahmi Idris, denah kenaikan iuran ini hanyalah salah satu opsi yang diusulkan dalam rangka mengelola forum jaminan sosial yang lebih sehat. Skema lain yang bisa dilakukan bahwasanya bisa melalui suntikan modal pribadi oleh pemerintah, ibarat yang dilakukan tahun ini. Namun, mengenai denah suntikan dana tersebut bisa cair sesudah menerima persetujuan dari Kementerian Keuangan dan dewan perwakilan rakyat RI.

Sementara itu, registrasi calon dewan pengawas dan direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan dibanjiri peminat. Hingga batas simpulan masa pendaftaran, adalah 19 November 2015, jumlah penerima yang mendaftar tercatat mencapai lebih dari 100 peserta.

Wakil Ketua Pansel BPJS Kesehatan Suarhatini Hadad mengatakan, publikasi akan dilakukan sesudah seluruh proses seleksi selesai. Tahap selanjutnya, tim Pansel melaksanakan rapat untuk memilih kegiatan guna proses seleksi dimulai.

Sekadar catatan, dalam seleksi calon dewan pengawas dan direksi BPJS, penerima akan menjalani beberapa tes, ibarat seleksi administrasi, tes kompetensi bidang, tes psikologi, tes kesehatan dan wawancara visi dan misi calon. Dalam prosesnya, Pansel juga akan melibatkan KPK dan Ombudsman. Juga melibatkan forum manajemen dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi kemampuan peserta.

Pansel hanya mempunyai waktu kurang dari dua bulan untuk tetapkan pengganti dewan pengawas dan direksi BPJS yang habis masa kerjanya pada 31 Desember 2015. Koordinator advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan, tim Pansel BPJS harus profesional dan objektif. Sebab pengelolaan dana di kedua BPJS itu sangat besar mencapai lebih dari Rp 203 triliun.