Patung Liberty As, Benarkah Sosok Muslimah Mesir?

Liberty Enlightening the World, nama lengkapnya, yakni hadiah seratus tahun kemerdekaan Amerika Serikat dari rakyat Prancis. Patung perunggu itu diresmikan pada 28 Oktober 1886. Dengan ajudan mengangkat obor dan lengan kiri memegang plakat bertuliskan ‘July IV, MDCCLXXVI’, hari di mana Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat ditandatangani.

 yakni hadiah seratus tahun kemerdekaan Amerika Serikat dari rakyat Prancis Patung Liberty AS, Benarkah Sosok Muslimah Mesir?

Menurut sejarawan Michael B Oren dalam bukunya ‘Kekuatan, Keyakinan, dan Fantasi’, Bartholdi akan mengukir rupa perempuan petani Mesir yang memegang obor kebebasan. Dengan demikian, editor Daily Beast’s Michael Daly menegaskan simbol dari kekebasan dan pertolongan Amerika pada fakta sebenarnya merupakan seorang Mesir, yang kala itu merupakan Muslim.

Perdebatan Dibalik Sosok Patung Liberty

Pemahat patung yakni Frederic Auguste Bartholdi, sementara Gustave Eiffel–desainer Menara Eiffel–merancang struktur penyangga dalamnya. Baru-baru ini para peneliti mengungkapkan fakta mengejutkan: Liberty terinspirasi perempuan Arab ‘penjaga’ Terusan Suez. Seorang muslimah. Amerika pun kaget.

Temuan gres tersebut muncul di tengah perdebatan seru di AS wacana penanganan pengungsi yang berdatangan dari Suriah dan negara-negara dengan penduduk bermayoritas muslim lainnya, yang terkoyak konflik dan perang. Pemahat Liberty diketahui pernah bepergian ke Mesir pada 1855-1856. Pada 1869, pemerintah Mesir mengadakan sayembara pembangunan menara mercusuar untuk Terusan Suez.

Bartholdi lantas mendesain patung besar perempuan berjubah yang memegang obor. Proposal itu ia beri nama ‘Egypt Brings Light to Asia’ alias ‘Mesir pembawa cahaya bagi Asia’. Patung hasil aliran Bartholdi menggandakan gaya perempuan pedesaan yang mengenakan jilbab. Namun tawaran Bartholdi ditolak mentah-mentah oleh Pemerintah Mesir. Patungnya urung didirikan di Terusan Suez.

Kesempatan kedua didapat sang pemahat ketika sejarawan Prancis, Edouard de Laboulaye, mencetuskan ide pembangunan monumen hadiah dari rakyat Prancis bagi Amerika Serikat. Konsep ‘Liberty Enlightening the World’ lantas diajukan.

Pada 1870, Bartholdi mulai mendesain patung untuk AS menurut skema awal miliknya. Hasilnya yakni reprsentasi Libertas, dewi kebebasan Romawi. Patung Liberty didirikan dalam rangka peringatan 100 tahun kemerdekaan AS.

Meski ada kaitan antara desain Bartholdi untuk mercusuar Terusan Suez dan Lady Liberty, Berenson menyampaikan pada FoxNews bahwa ada ‘simplifikasi serius’ untuk menyampaikan Lady Liberty yakni seorang muslimah. Menurut Berenson, ada kaitan antara ide patung Mesir yang dicetuskan Bartholdi pada simpulan 1860-an dengan Liberty. Moreno menambahkan bahwa proyek Mesir tak ada hubungannya dengan Patung Liberty.

Selain petani perempuan Mesir, ibu sang seniman pahat Charlotte Beysser Bartholdi juga diduga menjadi pandangan gres Lady Liberty. Sebelumnya, sejumlah akademisi AS keturunan Afrika mengutarakan keyakinannya bahwa Liberty terinspirasi perempuan kulit hitam.

Dalam bukunya, The Journey of The Songhai People, mantan dosen University of Florida, James Haskins, menulis bahwa patung tersebut terinspirasi tugas prajurit kulit gelap dalam Perang Saudara. Perdebatan soal siapa sosok di balik Patung Liberty terus menjadi perdebatan dalam sejarah sampai dikala ini.