Penyuluhan Ijab Kabul Usia Dini Oleh Kementrian Agama Kecamatan Gedangsari..

Pernikahan dini yakni sebuah bentuk ijab kabul yang salah satu atau kedua pasangan berusia di bawah 18 tahun.Dalam UU perkawinan nomor 1 tahun 1974 dijelaskan bahwa batas minimal usia menikah bagi wanita 16 tahun dan lelaki 19 tahun.pernikahan dini sering terjadi pada anak yang sedang mengikuti pendidikan atau pada mereka yang putus sekolah.Hal ini merupakan duduk kasus sosial yang terjadi di masyarakat yang penyebab dan damapaknya amat kompleks meliputi social-budaya,ekonomi,pendidikan,kesehatan maupun psikis.

Pernikahan dini yakni sebuah bentuk ijab kabul yang salah satu atau kedua pasangan berusi Penyuluhan Pernikahan Usia Dini Oleh Kementrian Agama Kecamatan Gedangsari..Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab ataupun faktor pendorong terjadinya ijab kabul dini.Pertama,masalah ekonomi yang rendah dan kemiskinan menimbulkan orang bau tanah tidak bisa mencukupi kebutuhan anaknya dan tidak bisa membiayai sekolah sehingga mereka tetapkan untuk menikahkan anaknya dengan impian sudah lepas tanggung jawab untuk membiayai kehidupan anaknya ataupun dengan impian anaknya bisa memeroleh penghidupan yang lebh baik.Kedua,kehamilan diluar nikah dan ketakutan orang bau tanah akan terjadinya hamil diluar nikah mendorong anaknya untuk menikah diusia yang masih belia.Ketiga,social-budaya atau adab istiadat yang diyakini masyarakat tertentu semakin menambah prosentase ijab kabul dini di Indonesia.Misalnya akidah bahwa dihentikan menolak pinangan seseorang pada putrinya walaupun masih dibawah usia 18 tahun terkadang dianggap menyepelekan dan menghina menimbulkan orang bau tanah menikahkan putrinya.

Bila dianalisis imbas negatif ijab kabul dini lebih banyak dari pada damapak positifnya.untuk itu perlu adanya akad dari pemerintah dalam menekan angka ijab kabul dini di Indonesia. Pernikahan dini bisa menurunkan Sumber Daya Manusia Indonesia alasannya terputusnya mereka untuk memeroleh pendidikan.

Untuk meng hindari perkawinan di usia dini dari Kantor urusan agama kecamatan gedangsari telah melaksanakan beberapa hal di antaranya bekerja sama dengan pemerintah desa semoga menghimbau warganya semoga tidak menikahkan anakny pad usia dini, menunjukkan penghargaan kepada desa yang mempunyai data paling sedikit anak menikah pada usia dini dan juga mengadakan penyuluhan di sekolahan sekolahan ibarat yang di lakukan di SLTP3 Gedangasari.