Predikat 2015, Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

Bermula dari laporan awal terbaru World Meteorological Organization (WMO) yang dirilis baru-baru ini menunjukkan bahwa tahun 2015 diperkirakan akan jadi tahun terpanas sepanjang sejarah. Telah diketahui bahwa suhu permukaan rata-rata global tahun ini kembali menghangat. Hasil tersebut mengakibatkan periode 2011 hingga 2015 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat.

Bermula dari laporan awal terbaru World Meteorological Organization  Predikat 2015, Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

Dari Januari hingga Oktober 2015, suhu permukaan rata-rata global yaitu sekitar 0,73 derajat celcius. Jumlah ini disebut lebih tinggi dari jumlah rata-rata kenaikan suhu dari 1961 hingga 1990 sebesar 14 derajat celcius. Kenaikan suhu hampir 1 derajat ini disebut akan jadi kenaikan terbesar selama masa pra-industri.

Rata-rata suhu permukaan maritim secara global juga diperkirakan akan melampaui rekor tahun sebelumnya. Saat ini sendiri, Asia dan Amerika Selatan menjadi tempat yang paling panas. Sementara, wilayah Afrika dan Eropa di posisi setelahnya.

Michel Jarraud, Secretary General WMO menambahkan tahun ini tingkat gas rumah beling di atmosfer mencapai tingkat tertinggi. Bahkan, untuk pertama kalinya konsentrasi rata-rata CO2 secara global mencapai 400 kepingan per jutaan penghalang.

WMO memperkirakan bahwa kenaikan suhu panas ini disebabkan oleh pemanasan global akhir ulah insan dan tornado El Nino. Dampak El Nino juga diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun depan. Beberapa tempat yang sudah terdampak di antaranya yaitu Amerika Tengah dan Karibia.

Wilayah-wilayah tersebut ketika ini diketahui sedang mencicipi curah hujan di bawah rata-rata dan kekeringan. Tak hanya itu, meningkatnya kebakaran hutan lantaran rendahnya curah hujan di Indonesia diterangai juga efek dari tornado El Nino.

Kendati hasil temuan ini masih dalam tahap awal, rencananya hasil laporan ini dipakai untuk memulai perundingan pada Climate Change Conference di Paris, mulai 30 November hingga 11 Desember mendatang.