Mie Ayam Yummy Di Jogja Yang Satu Ini Tidak Direbus Tapi Digoreng

Setiap insan tentunya mempunyai kreativitas untuk menghindari kebosanan dalam aktifitas sehari-harinya, hal tersebut sanggup dimulai dari berbagai. Banyak elemen kehidupan yang sanggup kita lakukan dengan sentuhan kreativitas, salah satunya perihal kuliner atau kuliner. Seperti Mie Ayam Lezat Di Jogja Yang Satu Ini Tidak Direbus Tapi DiGoreng

Begitu juga anda, untuk melawan kebosananan, anda sanggup mencoba sajian masakan arah barat menuju kawasan Seyegan.� Tepatnya berada di Pasar Sri Katon, Dusun Sumokaton, Desa Margokaton, Kecamatan Sayegan, Kabupaten Sleman, atau berada kurang lebih 15 kilometer di barat Kota Yogyakarta. Di kawasan tersebut anda akan mendapat sajian makan siang yaitu mie ayam goreng.

Setiap insan tentunya mempunyai kreativitas untuk menghindari kebosanan dalam aktifitas s Mie Ayam Lezat Di Jogja Yang Satu Ini Tidak Direbus Tapi DiGoreng

Mie Ayam Goreng Mekaton Cara Baru Menikmati Mie Ayam

Menu ini merupakan cara gres menikmati mie ayam. Cara pengolahan jenis masakan ini tidak berbeda dengan mie ayam pada umunya. Seperti biasanya mie di rebus dahulu sampai matang, kemudian mie ditiriskan sampai tidak menyisakan kuah, sesudah itu mie diberikan bumbu bawang goreng dan dikombinasikan dengan potongan sayur mayur trus dihindangkan memakai piring. Setelah dihidangkan pada umumnya sajian tersebut di campur dengan kecap, saos dan sambal.

Warung berjulukan Mie Ayam Mekaton tersebut mempunyai sajian Istimewa yakni mie ayam goreng yang membuatnya selalu ramai oleh pembeli. Sebagian besar para pembeli di warung ini menikmati sajian mie ayam goreng dengan alasan yang hampir sama, ingin tau dan ingin mencicipi mie ayam goreng secara langsung.

Yang juga Istimewa dari mie ayam Mekaton yakni mie nya yang selalu fresh. Tekstur mie nya cukup kenyal dan rasanya gurih, berpadu dengan toping cincangan ayam yang rasanya gurih dan sedikit manis. Warung yang telah ada semenjak 15 tahun kemudian ini yakni penjual mie ayam goreng pertama di wilayah Yogyakarta.

 

Pasar Malam Sekaten Alun Alun Utara Resmi Dibuka, 800 Stan Siap Meriahkan Suasana

Yogyakarta – Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) yang bertempat di Alun-alun Utara Yogyakarta resmi dibuka, Jumat (4/12/2015). PPMS yang berjalan saban tahun ini mengangkat tema Harmoni Budaya, Religi, dan Ekonomi untuk Jogja yang spesial Namun ada yang berbeda dengan Sekaten kali ini. Jika sebelumnya, PMPS digelar selama 44 hari, tahun ini hanya berlangsung 21 hari saja.

 PPMS yang berjalan saban tahun ini mengangkat tema Harmoni Budaya Pasar Malam Sekaten Alun Alun Utara resmi Dibuka, 800 Stan Siap Meriahkan Suasana

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam sambutannya di program pembukaan PMPS di Altar Yogyakarta menyampaikan, pergelaran Sekaten akan berakhir pada 27 Desember 2015 mendatang. Ini mempertimbangkan penawataan tempat titik nol kilometer yang masih berlangsung.

Kemeriahan Pasar Malam Sekaten

Sebanyak 843 stand disediakan dalam sekaten kali ini. Sedangkan hingga sore ini, setidaknya 98 % stand sudah diisi dengan banyak sekali produk makanan, souvenir, pakaian, permainan, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Asisten Sekretaris Perekonomian dan Pembangunan Pemda spesial Yogyakarta, Didik Purwadi yang mewakili Gubernur DIY untuk secara resmi membuka PMPS kali ini mengungkapkan, pergelaran sekaten yang bertujuan mengangkat potensi ekonomi dan kebudayaan Yogyakarta ini dilaksanakan dalam menyambut peringatan kelahiran nabi Muhammad.

 PPMS yang berjalan saban tahun ini mengangkat tema Harmoni Budaya Pasar Malam Sekaten Alun Alun Utara resmi Dibuka, 800 Stan Siap Meriahkan Suasana

Dengan diawali dikeluarkannya dua perangkat gamelan pusaka dari Keraton Yogyakarta yaitu Kyai Guntur Madu, dan Kyai Nogo Wilogo. Gamelan tersebut akan ditabuh selama 7 hari berturut-turut hingga 11 Maulud malam.

 

 

Binatang Bertaring Ini Diburu Warga Paliyan Gunungkidul Untuk Dikonsumsi

Kelelawar merupakan mamalia yang menakjubkan dari ordo Chiroptera. Sayap mereka merupakan modifikasi dari kaki depan sehingga mereka sanggup terbang. Kebanyakan jenis mamalia ini yakni insectivores atau hidup dari memangsa serangga sementara sebagiannya lagi yakni frugivores atau hidup dengan memakan buah-buahan dan hanya sedikit spesies kelelawar pemakan daging atau carnivora. Kelelawar juga berperan penting dalam ekologi, menyerupai membantu dakan menyerbukkan bunga dan dalam penyebaran benih. Sehingga banyak tanaman tropis sangat bergantung pada satwa ini.

Habitat kelelawar berada di goa-goa, batu-batu karang, pohon-pohonan, dan dialam terbuka. Kelelawar juga bahagia hidup di lingkungan manusia, menyerupai rumah-rumah bau tanah dan ditinggalkan penghuninya atau di loteng2 rumah yang di tempati manusia.

Kelelawar merupakan mamalia yang menakjubkan dari ordo Chiroptera Binatang Bertaring Ini Diburu Warga Paliyan Gunungkidul Untuk Dikonsumsi

Warga Paliyan Berburu Kelelawar

Kelelawar dianggap mamalia yang menyeramkan bahkan menjijikan bagi beberapa orang. Namun tidak bagi Parmin, seorang pemburu kelelawar di Goa Ngeleng yang terletak di Desa Mulusan, Kecamatan Paliyan. Kelelawar ini justru menjadi sumber rezeki baginya yang menambah penghasilannya.

Puluhan ribu kelelawar yang menghuni Goa Ngeleng setiap harinya keluar masuk goa. Parmin warga Desa Giring, Kecamatan Paliyan bersama 5 orang temannya berburu kelelawar setiap hari.

Kelelawar merupakan mamalia yang menakjubkan dari ordo Chiroptera Binatang Bertaring Ini Diburu Warga Paliyan Gunungkidul Untuk Dikonsumsi

“Kami biasanya mulai persiapan jam 16.00 WIB untuk memasang jaring dan biasanya kelelawar mulai keluar jam 18.00 WIB,”

Setiap harinya sekitar ratusan kelalawar didapatkan. Kemudian sebagian dikonsumsi sendiri, sisanya dijual kepada orang yang membutuhkan dengan harga Rp 500,- per ekornya. Namun beda lagi sesudah kelelawar diolah menjadi masakan siap jual.

“Ya cukup lah untuk nambah penghasilan, walaupun tidak banyak tapi cukup untuk menambah pemasukan,” tambahnya.

Ramainya seruan dari konsumen dikarenakan alasannya yakni olahan kelelawar tergolong masakan unik, olahan ini juga dipercaya sebagai obat.

Supatman, konsumen yang memesan olahan ini mengaku membeli kelelawar untuk dijadikan obat. “Dengen-denger kelelawar sanggup jadi obat asma,” jelasnya.