Tragis, Balap Liar Lamborghini Berujung Maut

Sebuah kendaraan beroda empat Lamborghini bernomor polisi B 2258 beradu kecepatan dengan kendaraan beroda empat Ferrari pada Minggu 29 November pagi sekitar 05.20 WIB. Namun balap liar itu berakhir tragis alasannya yaitu menabrak rombong atau gerobak dagang Susu Telor Madu Jahe (STMJ) dan pohon sampai penjualnya mengalami patah tulang. Satu pembelinya meninggal dan beberapa pembeli lainnya patah tulang pada bab kakinya.

Sebuah kendaraan beroda empat Lamborghini bernomor polisi B  Tragis, Balap Liar Lamborghini Berujung Maut

Penjual susu yang berjulukan Mujianto umur 44 tahun terlempar dari gerobak dagangnya, dan patah tulang di bab kaki kanan. Sementara Kuswarijono yang sedang membeli susu tewas di tempat. Istrinya, yang berjulukan Srikanti (41 tahun) retak tulang di bab kaki kanan.

Setelah menabrak, pengemudi Lamborghini yang berjulukan Wiyang Lautner pribadi keluar dan mencoba memberi pertolongan. Wiyang juga terluka ringan. Namun, pengemudi Ferrari tidak berhenti dan meninggalkan lokasi.

Mobil sport buatan Italia jenis Lamborghini itu sekarang teronggok di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur. Kepada polisi, pengemudi mengaku hanya memacu kendaraan dengan kecepatan 70-80 km/jam.

Dalam Peraturan Menteri Nomor 111 itu telah diatur batas kecepatan kendaraan di mana untuk jalan tol kendaraan harus melaju dengan kecepatan minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam. Sementara untuk jalan antarprovinsi batas kecepatan 80 km/jam, jalan daerah perkotaan 50 km/jam dan daerah permukiman maksimal 30 km/jam?.

Ada 11 titik jalur yang ditandai petugas kepolisian. Titik-titik tersebut yaitu petunjuk sebelum supercar hitam tersebut terlibat kecelakaan yang menewaskan 1 warga dan melukai 2 orang. Pihak Asuransi Jasa Raharja menunjukkan santunan senilai Rp 25 juta kepada mahir waris korban meninggal kecelakaan kendaraan beroda empat sport Lamborghini di Surabaya, Jawa Timur.

Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Timur, Edi Supradi, menambahkan pihaknya juga akan menanggung biaya perawatan di rumah sakit kepada 2 korban luka akhir kecelakaan Lamborghini. Keduanya yaitu Mujianto selaku pemilik warung susu dan Srikanti, istri korban Kuswarijono.